8 Sep 2010

cerita inspirasi

Author: indry.nurpratami10 | Filed under: umum

Kejadian ini tejadi pada waktu saya menduduki kelas 1 SMA, yaitu pada tahun 2007. pada waktu saya dan 3 orang teman saya ditunjuk oleh guru fisika kami untuk menjadi peserta olimpiade bidang fisika. Karena sekolah kami hanya boleh mengutus 4 orang, jadi kami tidak perlu melalui seleksi untuk menjadi peserta olimpiade. Pada waktu itu saya merasa sangat senang sekali, karena itu pertama kalinya saya mengikuti olimpiade sains. Dan saya berjanji pada diri saya untuk berjuang semampu saya, dan tidak mengecewakan guru yang telah membimbing saya.

Namun semangat saya untuk mengikuti olimpiade tiba – tiba hilang, pada saat teman saya mengatakan kalau saya tidak pantas untuk mengikuti olimpiade di bidang fisika ini, karena saya menjadi peserta olimpiade ini di karenakan pembimbing olimpide bidang fisika adalah ibu kandung saya sendiri. Memang saya akui, dia lebih pintar dari saya, bahkan selama di kelas dia selalu mendapat peringkat di atas saya. Tapi kenapa dia bisa berkata seperti itu pada saya, padahal kami telah berteman dari sekolah dasar ???

Perkataannya itu membuat saya menjadi putus asa, dan berniat untuk mengundurkan diri menjadi peserta olimpiade. Melihat saya tidak semangat belajar guru pembimbing saya yang tidak lain adalah ibu saya, bertanya kepada saya. “kenapa saya menjadi berubah tidak semangat ini ???” . Dan saya pun menceritakan semuanya kepada ibu saya. lalu ibu saya menasehati saya, dan berkata “ janganlah kamu berputus asa mendengar perkataan teman mu, bisa saja dia iri padamu, karena kamu bisa menjadi peserta olimpiade sedangkan dia tidak. Jika kamu masih berputus asa, ini akan membuat teman mu tersenyum kemenangan, karena apa yang dia ucapkan ternyata benar. Tunjukkan pada semua orang bahwa kamu pasti bisa.”

Mendengar nasehat ibu, saya menjadi semangat lagi. Dan pada akhirnya, perjuangan saya tidak sia – sia, dimana saya mendapatkan juara 3 . Walaupun cuma tingkat kabupaten, tapi saya sangat puas dengan hasilnya, dan teman saya tadi meminta maaf pada saya, karena telah mengatakan hal yang tidak seharusnya kepada saya.

So, buat semuanya jangan pernah kita berputus asa, karena dengan putus asa bukan keberhasilan yang kita dapatkan, tapi kegagalan yang akan kita peroleh.

29 Jul 2010

China Kerahkan Rubah buat Berantas Tikus

Author: indry.nurpratami10 | Filed under: umum

BEIJING, KOMPAS.com – Pemerintah di wilayah barat China mengembangkbiakkan dan melatih pasukan rubah berbulu perak untuk guna memerangi wabah tikus yang mengancam padang rumput yang sangat luas.

Pemerintah Xinjiang membawa 20 rubah tahun 2004 dan sejak itu hewan tersebut telah beranak-pinak jadi 284 ekor dan dilepaskan ke alam liar, demikian laporan kantor berita resmi China, Xinhua, Rabu (29/7). “Rubah adalah predator alamiah yang luar biasa terhadap hewan pengerat. Satu rubah dapat menangkap sebanyak 20 tikus per hari. Telah terjadi penurunan populasi tikus di beberapa kabupaten tempat tindakan itu telah disahkan,” kata Ni Yifei.

Jumlah tikus telah melonjak tajam akibat kondisi panas yang tidak biasa dan mengancam lebih dari 5,5 juta hektare lahan ramput, kata Ni.

Di satu daerah tempat rubah telah dilepaskan, jumlah tikus telah merosot sampai 70 persen, katanya. “Rubah perak dipilih sebagai pembasmi tikus karena kemampuannya yang luar biasa untuk berlari, berburu dan hidup di bawah kondisi hidup yang berat di savana,” kata Ni.

Rubah perak lebih biasa diternakkan di Xinjiang untuk diambil bulunya, yang digunakan untuk membuat pakaian. Beberapa bagian lain Xinjiang menggunakan srigala, burung elang dan bahkan ayam serta itik untuk mengendalikan jumlah tikus, kata Xinhua.

“Itu adalah cara hijau untuk menggulangi masalah tikus,” tambah seorang pejabat lain, Lin Jun.

Ada juga orang yang menggunakan burung hantu (Tyto alba), predator tikus yang sangat potensial, di perkebunan kelapa sawit. Predator itu mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5 persen. Sementara itu, ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10 persen.

Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). Namun cara tersebut dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan hidup dan dianggap tidak ekonomis.

<!–/ halaman berikutnya–>

Editor: aegi   |   Sumber : Ant, Xinhua, Oana

sumber berita : klik disini

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme